Tampilkan postingan dengan label Terjemah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Terjemah. Tampilkan semua postingan
Rabu, 13 Maret 2013
Oleh: Aidil Putra Zulqarnain, Mahasiswa Univ. Islam Madinah Fakultas Syari'ah Angkatan 1431-1432H.
Segala
puji bagi Allah yang telah menciptakan Adam ‘alaihissalaam dari tanah, menciptakan
keturunannya dari tulang dada dan sulbi, merekatkan sanak keluarga dengan
hubungan kekerabatan dan nasab, menganugerahkan kepada kita ilmu pengetahuan,
mendidik dengan baik di waktu kecil dan menjaga di waktu muda, menganugerahkan
keturunan yang kita harapkan dengan kehadiran mereka kita mendapat ganjaran yang besar.
رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا
وَتَقَبَّلْ دُعَاء (٤٠) رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ (٤١)
“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak
cucuku orang-orang yang tetap mendirikan
sholat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku. Ya Tuhan kami beri ampunlah
aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya
hisab (hari kiamat)”. (QS.14: 40-41)
Ketika
aku mengetahui kemuliaan dari menikah dan keutamaan mempunyai anak, serta aku
pun selesai menghatamkan Alquran, aku berdoa kepada Allah ‘Azza wa Jalla
agar menganugerahiku 10 anak. Aku pun di anugerahi-Nya 5 anak laki-laki dan 5
anak perempuan. Kemudian 2 anak perempuan dan 4 anak laki-laki meninggal dunia,
yang tersisa dari anak laki-laki hanyalah Abu Alqosim. Aku berharap agar Allah ‘Azza
wa Jalla menjadikan padanya generasi yang shalih, dan mengabulkan harapan
dan tujuanku padanya.
Aku memperhatikan ada kelengahan pada diri
anakku Abu alqosim dalam hal menuntut ilmu. Oleh karenanya, kutuliskan untaian
nasehat baginya agar ia termotivasi, dan mendorongnya agar mengikuti jejak
langkahku dalam menuntut ilmu, serta mengarahkannya agar senantiasa berlindung
kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Meskipun kusadari, bahwa tidak ada yang
dapat menggelincirkan orang yang diberi petunjuk, dan tidak ada yang memberi
petunjuk bagi orang yang telah tersesat, akan tetapi Allah ‘Azza wa Jalla
berfirman:
وَتَوَاصَوْا
بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (٣)
“Dan nasehat
menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi
kesabaran”. (QS.103:3)
dan firman-Nya:
فَذَكِّرْ إِنْ نَفَعَتِ الذِّكْرَى (٩)
”Oleh sebab itu berikanlah peringatan
karena peringatan itu bermanfaat”. (QS.87:9)
Tiada daya dan upaya melainkan dengan pertolongan Allah
Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.
Sabtu, 26 Januari 2013
APA YANG DIMAKSUD DENGAN MENERJEMAHKAN ITU?
Menerjemahkan
adalah pekerjaan yang melibatkan sekumpulan teori atau ilmu, tetapi kemampuan
menerjemahkan dengan baik adalah seni. Menerjemahkan merupakan keterampilan
yang melibatkan lebih banyak seni (bakat) daripada upaya dan teori. Sebab
penerjemahan sangat bergantung pada rasa kebahasaan seseorang. Dan rasa bahasa
ini berbeda-beda dari satu individu ke individu yang lainnya. Dengan kata lain,
kepandaian menerjemahkan itu merupakan sesuatu yang "diberikan"
daripada yang "diperoleh". Namun, meskipun demikian, latihan dan
teori-teori tentang menerjemahkan sangatlah dibutuhkan. Apa pasal? Sebab
betapapun kuat dan baiknya bakat dan rasa bahasa seseorang, jika tidak dilatih
secara kontinu dan berkelanjutan, maka mustahil ia akan menjadi penerjemah yang
baik. Jadi, keduanya, bakat dan latihan itu sama pentingnya.
Lantas apakah menerjemahkan itu? Menurut Louis Ma'luf (al-Munjid.
Beirut: 1986), secara bahasa menerjemah adalah menafsirkan. Sedangkan menurut
istilah menerjemah adalah memindahkan atau menyalin gagasan, ide, pikiran,
pesan, atau informasi lainnya dari satu bahasa (disebut sumber bahasa atau
bahasa asli) ke dalam bahasa lain (disebut bahasa sasaran atau bahasa penerima
atau bahasa target). Hal ini, seperti ditegaskan Eugne A.Nida dan Charles,
harus dilakukan dengan 'cara' sedekat dan sehalus mungkin, baik pengertian
maupun gaya yang digunakan oleh bahasa aslinya.
Minggu, 06 Januari 2013
1. Setiap
peserta wajib mematuhi ketentuan umum lomba karya tulis.
2. Naskah
yang akan diterjemahkan:
لفتة
الكبد في نصيحة الولد
Peserta
diperkenankan mengajukan lebih dari satu versi terjemahan.
3.
Naskah terjemahan yang diajukan merupakan hasil
terjemahan sendiri, bukan hasil jiplakan atau terjemahan elektronik.
4.
Terjemahan ayat Al-Qur'an mengacu pada mushaf cetakan mujamma'
Malik Fahd.
5. Peserta
hendaknya memperhatikan hal – hal berikut:
a.
Kedisiplinan, meliputi sejauh mana peserta mentaati peraturan dalam lomba.
b.
Keserasian terjemah, meliputi kemampuan peserta menterjemahkan judul, isi dan
pesan penulis buku, serta kesesuaian dengan naskah aslinya
c.
Kerapian tulisan, meliputi kesesuaian penggunaan ungkapan dengan EYD
(Ejaan Yang Disempurnakan) dalam bahasa Indonesia serta ketepatan penggunaan
tanda baca.
d.
Keindahan bahasa, meliputi ketepatan penggunaan bahasa yang digunakan
dalam menyampaikan pesan dari penulis asli.
Diposting oleh
Pekilo UIM
di
04.15
Label:
Cipsi,
Download Berkas,
Karya Tulis Bebas,
Karya Tulis Ilmiah,
Ketentuan Umum Lomba,
Terjemah
0
komentar
Untuk
Mendapatkan:
-
Free Ebook
Panduan Menerjemahkan, Oleh Ust Sufyan Basweidan, MA
-
Naskah Untuk
Lomba Terjemah (لفتة
الكبد في نصيحة الولد)
-
Petunjuk
penulisan paper LKTI
-
Peraturan dan
persyaratan lomba
-
Surat Pernyataan
Peserta
Silahkan
download semua berkas dengan klik DISINI.
Rabu, 18 Januari 2012
Diposting oleh
Pekilo UIM
di
11.15
Label:
Bahasa Indonesia,
Karya Tulis Ilmiah,
Menulis Bebas,
Terjemah
0
komentar
1. Tanda petik tunggal mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain.
Contoh:
- Tanya Basri, "Kau dengar bunyi 'kring-kring' tadi?"
- "Waktu kubuka pintu depan, kudengar teriak anakku, 'Ibu, Bapak pulang', dan rasa letihku lenyap seketika," ujar Pak Hamdan.
2. Tanda petik tunggal mengapit makna, terjemahan, atau penjelasan kata atau ungkapan asing.
Contoh: feed-back 'balikan'
Contoh: feed-back 'balikan'
Sumber: Wikipedia
Langganan:
Postingan (Atom)
