# # # # #

Rabu, 11 Januari 2012

Siapa bilang semua orang bisa menerjemahkan?

Menerjemahkan sebuah teks bahasa Arab secara baik dan benar bukanlah pekerjaan yang gampang. Karena salah satu unsur utama untuk bisa menerjemahkan adalah dengan menguasai ilmu alat seperti nahwu, sharaf serta memiliki perbendaharaan kata yang banyak.  Bila ketiga hal tersebut tidak dimiliki oleh penerjemah, hasil terjemahannya akan sangat jauh dari kesesuaian.

Nah, kalau dalam kalangan penuntut 'ilmu syar'i yang notabene kesehariannya bergelut dengan kitab-kitab para ulama, pastinya antum memiliki unsur pokok yang telah disebutkan di atas. Yang artinya, Antum telah memenuhi syarat utama dalam menerjemahkan suatu teks berbahasa Arab. Inilah potensi yang perlu dikembangkan sehingga di kemudian hari bisa menjadi penerjemah yang handal.

Namun, unsur utama tersebut tidak serta merta membuat kita bisa menerjemahkan sebuah teks dengan hasil yang baik, akurat, dan mudah difahami. Ada sejumlah trik-trik tersendiri yang harus diperhatikan. Tidak cukup mengandalkan sebuah kamus dwibahasa sebagai modal penerjemahan. Kamus tersebut hanya digunakan sebagai referensi untuk mendapatkan makna umum. Ketika makna tersebut akan dimasukkan di dalam teks terjemahan, penerjemah harus menyesuaikannya dengan konteks bahasa dari teks asli serta apa yang diinginkan pengarang atau penulis. Jika mengabaikan hal-hal tersebut, hasil terjemahan akan dipenuhi oleh kesalahan.

0 komentar:

Posting Komentar